PETIR – MENGENAL & MENGANTISIPASINYA

Petir merupakan peristiwa alam akibat perpindahan muatan negatif ( elektron ) menuju ke muatan positif ( elektron ) atau hasil pelepasan energi ( muatan ) listrik yang terjadi di awan. Energi dari pelepasan itu demikian besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas dan bunyi yang sangat keras seperti geluduk, guruh dan halilintar. Proses terjadinya petir melalui berbagai proses antara lain pemampatan muatan listrik pada awan yang bersangkutan, dalam hal ini awan Cumulo Nimbus (CB). Kemudian terjadi penumpukan muatan positif dibagian atas awan dan muatan negatif bercampur muatan positif di bagian dasar awan. Dibagian dasar awan inilah terjadinya petir, yang diakibatkan oleh lompatan bunga api raksasa dari dua massa udara yang berbeda medan listriknya ( seperti lompatan bunga api pada busi di dalam mesin ). Besar medan listrik minimal untuk memungkinkan terjadinya petir adalah sekitar 1.000.000 volt / m. Untuk perbandingan saja, disaat udara cerah beda medan listrik antara permukaan bumi dengan lapisan Ionosfer di udara adalah 200.000 – 500.000 volt / m. Petir ternyata juga mempunyai banyak macam dan jenisnya. Antara lain type petir berdasarkan sambarannya, dibedakan menjadi empat yaitu Petir Awan ke Tanah (Cloud to Ground-CG). Petir ini paling berbahaya dan paling merusak. Kebanyakan berasal dari pusat muatan yang lebih rendah dan mengalirkan muatan negatif tanah walaupun kadang – kadang bermuatan positif juga disaat musim dingin. Petir dalam Awan (Intra Cloud), merupakan type petir paling umum yang terjadi antara pusat – pusat muatan yang berlawanan pada awan yang sama. Biasanya kelihatan seperti cahaya yang menghambur, dan kelihatan seperti kelap – kelip cahaya. Kadang – kadang kilat keluar dari batas awan dan seperti saluran yang bercahaya pada beberapa mil terlihat seperti type CG. Petir antar Awan (Inter Cloud-CC). Biasa terjadi antara pusat – pusat muatan pada awan yang berbeda. Pelepasan muatan terjadi pada udara cerah antara awan tersebut. Dan yang terakhir Petir dari Awan ke Udara (Cloud to Sky-CA). Petir ini biasanya terjadi jika udara disekitar awan bermuatan positif (+) berinteraksi dengan udara yang bermuatan negatif (-). Jika ini terjadi pada awan bagian bawah maka merupakan kombinasi dengan petir type CG. Petir AC tampak seperti jari – jari yang berasal dari petir CG. Dilihat dari muatan yang dibawanya, petir dibagi atas dua bagian. Petir dengan muatan negative, biasanya terjadi sambaran berulang – ulang dan terlihat seperti bercabang – cabang. Dan petir dengan muatan positive biasanya terjadi hanya satu sambaran saja. Sedang dari bentuk petir, ada berbagai macam bentuknya. Ball Lightning (Petir Bola), berasal dari pelepasan muatan listrik elektrical yang secara kasar membentuk bola dan berdiameter sampai 10 meter serta terjadi bersama – sama dengan badai guntur. Foto dokumentasinya jarang dan sering orang salah terka seolah – olah seperti UFO. Heat lightning (Petir Panas), sering terlihat di malam hari jika langit cerah. Pada awan Cumulonimbus (CB) , biasanya pada horizon atau pegunungan sekitarnya tidak terlihat. Jenis sambaran bisa CG, CC atau IC. Sheet Lightning (Petir berbentuk Sprei Tipis), berasal dari awan yang terang dari cahaya petir berada diantara pengamat dan sambaran petir yang tidak terlihat. Sambaran berasal dari CC, CG atau IC. Beat Lightning (Petir Manik-manik) bentuknya seperti Intensitas cahaya yang berubah – ubah sepanjang saluran sehingga menyerupai kalung manik – manik, juga dikenal sebagai petir gelang atau petir mutiara. Ada lagi Ribbon Lightning (Petir Panas) Petir ini terjadi karena saluran petir bergerak kesamping akibat angin atau karena saluran yang berkelok. Sambaran petir yang berulang – ulang memperlihatkan bahwa setiap sambaran berpindah jarak dari sebelumnya sehingga terlihat seperti pita. Awan CB atau CumuloNimbus merupakan jenis awan yang mengandung potensi kejadian petir. Awan CB yang sudah masak ( terlihat dari warna awan yang mulai putih menjadi abu – abu / hitam ) siap menurunkan air hujan yang biasanya disertai petir dan angin kencang. Bentuk awan CB biasanya bergumpal-gumpal menjulang keatas dengan ketinggian yang sangat tinggi (bisa mencapai 9 Km). Berwarna putih dan membentuk landasan pada bagian atasnya dan berwarna keabu-abu kehitaman pada bagian dasar awan (ketinggian dasar awan dari permukaan tanah bisa mencapai 300m-sungguh rendah sekali). Indonesia merupakan negara petir sebenarnya. Wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan, terbentang luas sepanjang 5.110 km dari Barat sampai Timur Khatulistiwa. Garis Meridiannya membujur dari Utara ke Selatan sepanjang 1.888 km. Luasnya wilayah darat dan laut Indonesia, membuat bahan – bahan pembuat Petir tersedia banyak. Bahan – bahan seperti udara naik, kelembapan dan partikel bebas ( aerosol ) membuat Indonesia merupakan negara dengan hari sambaran petir terbesar didunia. Bahkan dibeberapa tempat di Indonesia mempunyai hari sambaran petir tertinggi melebihi yang lainnya. Daerah tersebut antara lain : Kota Bogor yang identik dengan sebutan kota hujan. Sebab curah hujannya per-tahun rata – rata 2.500mm – 4.400mm. Kota yang dikelilingi oleh gunung Salak, Pangrango dan Gunung gede ini juga memliki kelembaban yang cukup tinggi. Yakni sekitar 40 % dengan suhu rata – rata 26 ⁰C . Konon dalam 365 hari setahun , petir menyambar – nyambar di Bogor sebanyak 322 hari. Juga Kota Depok yang sebenarnya bukan daerah dengan sambaran petir terbanyak, tetapi dengan energi sambaran petir terbesar di dunia. Muatan arus petir negative di Depok mencapai kekuatalightningn 379,2 Kiloampere, sedangkan muatan arus positivenya mencapai 441,1 Kiloampere. Dengan kekuatan sehebat itu, dalam satu kali sambaran petir bisa menghancurkan bangunan terbuat dari beton sekalipun. Dan yang terbesar adalah Propinsi kalimantan Tengah memiliki sambaran petir sangat banyak.Dikarenakan awan petir yang terbentuk relatif rendah, yakni sekitar 900 kaki ( 300 m ) dari permukaan tanah. Potensi terjadinya petir semakin besar didukung topografi daerah dan tingkat elevasi ( ketinggian tanahnya ) rendah. Stasiun Meteorologi Penerbangan Tjilik Riwut Palangkaraya, mencatat sambaran petir didaerah ini bisa mencapai 90.000 kali sambaran dalam satu hari. Baik sambaran dari awan ke awan, dalam awan, awan ke udara maupun awan ke tanah. Contoh, dalam bulan November 2007 lalu terdapat 17.385 kali sambaran petir rata – rata dalam sehari ( tiap menit 17,1 kali sambaran ). Tingginya sambaran petir di daerah tersebut membuat Kalimantan tengah di juluki Tunjung Nyaho. Nyaho artinya Petir dalam bahasa Dayak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: