PETIR – MENGENAL & MENGANTISIPASINYA

Petir merupakan peristiwa alam akibat perpindahan muatan negatif ( elektron ) menuju ke muatan positif ( elektron ) atau hasil pelepasan energi ( muatan ) listrik yang terjadi di awan. Energi dari pelepasan itu demikian besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas dan bunyi yang sangat keras seperti geluduk, guruh dan halilintar. Proses terjadinya petir melalui berbagai proses antara lain pemampatan muatan listrik pada awan yang bersangkutan, dalam hal ini awan Cumulo Nimbus (CB). Kemudian terjadi penumpukan muatan positif dibagian atas awan dan muatan negatif bercampur muatan positif di bagian dasar awan. Dibagian dasar awan inilah terjadinya petir, yang diakibatkan oleh lompatan bunga api raksasa dari dua massa udara yang berbeda medan listriknya ( seperti lompatan bunga api pada busi di dalam mesin ). Besar medan listrik minimal untuk memungkinkan terjadinya petir adalah sekitar 1.000.000 volt / m. Untuk perbandingan saja, disaat udara cerah beda medan listrik antara permukaan bumi dengan lapisan Ionosfer di udara adalah 200.000 – 500.000 volt / m. Petir ternyata juga mempunyai banyak macam dan jenisnya. Antara lain type petir berdasarkan sambarannya, dibedakan menjadi empat yaitu Petir Awan ke Tanah (Cloud to Ground-CG). Petir ini paling berbahaya dan paling merusak. Kebanyakan berasal dari pusat muatan yang lebih rendah dan mengalirkan muatan negatif tanah walaupun kadang – kadang bermuatan positif juga disaat musim dingin. Petir dalam Awan (Intra Cloud), merupakan type petir paling umum yang terjadi antara pusat – pusat muatan yang berlawanan pada awan yang sama. Biasanya kelihatan seperti cahaya yang menghambur, dan kelihatan seperti kelap – kelip cahaya. Kadang – kadang kilat keluar dari batas awan dan seperti saluran yang bercahaya pada beberapa mil terlihat seperti type CG. Petir antar Awan (Inter Cloud-CC). Biasa terjadi antara pusat – pusat muatan pada awan yang berbeda. Pelepasan muatan terjadi pada udara cerah antara awan tersebut. Dan yang terakhir Petir dari Awan ke Udara (Cloud to Sky-CA). Petir ini biasanya terjadi jika udara disekitar awan bermuatan positif (+) berinteraksi dengan udara yang bermuatan negatif (-). Jika ini terjadi pada awan bagian bawah maka merupakan kombinasi dengan petir type CG. Petir AC tampak seperti jari – jari yang berasal dari petir CG. Dilihat dari muatan yang dibawanya, petir dibagi atas dua bagian. Petir dengan muatan negative, biasanya terjadi sambaran berulang – ulang dan terlihat seperti bercabang – cabang. Dan petir dengan muatan positive biasanya terjadi hanya satu sambaran saja. Sedang dari bentuk petir, ada berbagai macam bentuknya. Ball Lightning (Petir Bola), berasal dari pelepasan muatan listrik elektrical yang secara kasar membentuk bola dan berdiameter sampai 10 meter serta terjadi bersama – sama dengan badai guntur. Foto dokumentasinya jarang dan sering orang salah terka seolah – olah seperti UFO. Heat lightning (Petir Panas), sering terlihat di malam hari jika langit cerah. Pada awan Cumulonimbus (CB) , biasanya pada horizon atau pegunungan sekitarnya tidak terlihat. Jenis sambaran bisa CG, CC atau IC. Sheet Lightning (Petir berbentuk Sprei Tipis), berasal dari awan yang terang dari cahaya petir berada diantara pengamat dan sambaran petir yang tidak terlihat. Sambaran berasal dari CC, CG atau IC. Beat Lightning (Petir Manik-manik) bentuknya seperti Intensitas cahaya yang berubah – ubah sepanjang saluran sehingga menyerupai kalung manik – manik, juga dikenal sebagai petir gelang atau petir mutiara. Ada lagi Ribbon Lightning (Petir Panas) Petir ini terjadi karena saluran petir bergerak kesamping akibat angin atau karena saluran yang berkelok. Sambaran petir yang berulang – ulang memperlihatkan bahwa setiap sambaran berpindah jarak dari sebelumnya sehingga terlihat seperti pita. Awan CB atau CumuloNimbus merupakan jenis awan yang mengandung potensi kejadian petir. Awan CB yang sudah masak ( terlihat dari warna awan yang mulai putih menjadi abu – abu / hitam ) siap menurunkan air hujan yang biasanya disertai petir dan angin kencang. Bentuk awan CB biasanya bergumpal-gumpal menjulang keatas dengan ketinggian yang sangat tinggi (bisa mencapai 9 Km). Berwarna putih dan membentuk landasan pada bagian atasnya dan berwarna keabu-abu kehitaman pada bagian dasar awan (ketinggian dasar awan dari permukaan tanah bisa mencapai 300m-sungguh rendah sekali). Indonesia merupakan negara petir sebenarnya. Wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan, terbentang luas sepanjang 5.110 km dari Barat sampai Timur Khatulistiwa. Garis Meridiannya membujur dari Utara ke Selatan sepanjang 1.888 km. Luasnya wilayah darat dan laut Indonesia, membuat bahan – bahan pembuat Petir tersedia banyak. Bahan – bahan seperti udara naik, kelembapan dan partikel bebas ( aerosol ) membuat Indonesia merupakan negara dengan hari sambaran petir terbesar didunia. Bahkan dibeberapa tempat di Indonesia mempunyai hari sambaran petir tertinggi melebihi yang lainnya. Daerah tersebut antara lain : Kota Bogor yang identik dengan sebutan kota hujan. Sebab curah hujannya per-tahun rata – rata 2.500mm – 4.400mm. Kota yang dikelilingi oleh gunung Salak, Pangrango dan Gunung gede ini juga memliki kelembaban yang cukup tinggi. Yakni sekitar 40 % dengan suhu rata – rata 26 ⁰C . Konon dalam 365 hari setahun , petir menyambar – nyambar di Bogor sebanyak 322 hari. Juga Kota Depok yang sebenarnya bukan daerah dengan sambaran petir terbanyak, tetapi dengan energi sambaran petir terbesar di dunia. Muatan arus petir negative di Depok mencapai kekuatalightningn 379,2 Kiloampere, sedangkan muatan arus positivenya mencapai 441,1 Kiloampere. Dengan kekuatan sehebat itu, dalam satu kali sambaran petir bisa menghancurkan bangunan terbuat dari beton sekalipun. Dan yang terbesar adalah Propinsi kalimantan Tengah memiliki sambaran petir sangat banyak.Dikarenakan awan petir yang terbentuk relatif rendah, yakni sekitar 900 kaki ( 300 m ) dari permukaan tanah. Potensi terjadinya petir semakin besar didukung topografi daerah dan tingkat elevasi ( ketinggian tanahnya ) rendah. Stasiun Meteorologi Penerbangan Tjilik Riwut Palangkaraya, mencatat sambaran petir didaerah ini bisa mencapai 90.000 kali sambaran dalam satu hari. Baik sambaran dari awan ke awan, dalam awan, awan ke udara maupun awan ke tanah. Contoh, dalam bulan November 2007 lalu terdapat 17.385 kali sambaran petir rata – rata dalam sehari ( tiap menit 17,1 kali sambaran ). Tingginya sambaran petir di daerah tersebut membuat Kalimantan tengah di juluki Tunjung Nyaho. Nyaho artinya Petir dalam bahasa Dayak.

Leave a comment »

MESSERSCHMITT BF 109: ONE-OH-NINE DER HITLER

Delapan Juli 1937 adalah kali pertama Bf 109 melukis udara dengan api dan darah. Dalam operasi Brunnet di atas udara Spanyol itu, Letnan Rolf Pingel dan Unteroffizier Guido Honess menembak jatuh dua pembom Tupolev SB-2. Honess sendiri memang terbunuh dalam serangan berikutnya. Tapi ini bukan akhir. Pemburu ringan Satu-Kosong – Sembilan milik Luftwaffe itu terus diproduksi hingga mencapai angka produksi 33.000 unit. Angka kedua terbesar yang hanya dapat dilampaui oleh Il-2 Sthurmovik dari Soviet, yang diproduksi sebanyak 35.000 unit.

Nama Messershcmitt adalah legenda. Utamanya buat Luftwaffe ( AU Nazi Jerman ), Negara Jerman sendiri, bahkan untuk dunia sekalipun. Ibarat pahatan emas namanya tak lekang karena waktu. Kiprahnya di ajang pertempuran udara adalah momok bagi pemburu lain maupun pesawat-pesawat pembom hingga akhir PD II. Di hari-hari pertama The Battle of Brittain ( 1940 ) ia adalah lawan tangguh yang sulit dirontokkan bagi pesawat tempur Hawker Hurricane dan Supermarine Spitfire RAF. Inggris benar-benar kewalahan menghadapinya. Kecepatan terbang Messershcmitt Bf 109 tinggi sekali. Pemburu itu sangat liar dan ulet. Belum lagi hamburan peluru dari dua senapan mesin MG 17 kaliber 7,9 mm dan dua kanon MG FF/M di dua pod sayapnya, sangat deras dan sulit dibendung.

Hurricane memang punya delapan senapan mesin di sayap, jumlah yang lebih besar. Tapi pada saat itu pilot-pilot Luftwaffe telah mengantongi pengalaman di perang saudara Spanyol, invasi ke Polandia dan perang di Perancis. Meski harus pula diakui Luftwaffe, menggempur Inggris bukanlah perkara mudah. Karena serdadu udara Swastika harus menyeberangi selat Inggris yang lebar untuk mencapai lokasi sasaran. Itu pula sebabnya kondisi geografis Britania akhirnya menguntungkan RAF di akhir pertempuran. Pilot-pilot Messerschmitt banyak yang terperangkap saat kehabisan bahan bakar atau terhunus semua pelurunya lalu tercebur di selat sebelum sampai kembali ke Pangkalannya. Lain dengan pilot-pilot RAF yang bisa ‘loncat’ menyelamatkan diri pada saat kritis dan terjun di daratannya.

The man behind the machine, Wilhelm “Willy” Emil Messerschmitt, mungkin tak pernah bermimpi bila kelak di kemudian hari ia akan menjadi orang besar setelah membuat penempur legendaris yang terkenal di seluruh dunia khususnya dalam era PD II. Anak pedagang anggur yang lahir di tanah merah Frankfurt – am – Main pada 26 Juni 1898 itu tumbuh sebagai anak biasa saja layaknya anak-anak pedagang anggur lainnya. Yang membedakannya, karena Emil remaja sudah punya rasa ketertarikan yang tinggi untuk mendalami ilmu tentang pesawat. Hingga tiga tahun setelah kelulusannya dari Munich Institute of Technology dengan mengantongi ijazah Dipl. Ing ( 1923 ), Willy kemudian bergabung dengan Bayerische Flugzeugwerke di Augsburg sebagai kepala desainer merangkap enjinir. Kepiawaiannya dalam merancang pesawat, dibuktikan Willy dua tahun sebelum prosesi wisuda ( kelulusannya dari sekolah ). Ketika ia membuat pesawat tak bermesin, glider.

Pada awal kariernya, Willy memang lebih tertarik pada glider dan pesawat amfibi. Empat belas tahun sebelum merancang pemburu monumentalnya Bf 109, pun ia lebih banyak berkutat dalam perancangan pesawat sipil. Lebih-lebih iklim pada saat itu memang masih terikat panas oleh perjanjian Versailles (Treaty of Versailles) usai PD I pada 1919 yang merestriksi pembangunan pesawat-pesawat perang. Diluar Bayerische Flugzeugwerke, Willy sebenarnya membangun industri sendiri. Namanya Messerschmitt Flugzeugbau. Di perusahaannya ia menjual rancangan-rancangan pesawat sipil empat hingga sepuluh penumpang. Dan atas prakarsa pemerintah akhirnya kedua perusahaan itu dilebur menjadi Bayerische Flugzegwerke Allgemeine Gesselschaft (BFW) bermarkas di Augsburg-Haunsletten. Pesawat sipil rancangan Willy pun diproduksi dengan kode M.18, M.20, M.24 dan M.28.

Hingga musim semi 1934 pun BFW masih mengeluarkan pesawat sipil, Yakni M.37. Prototipe yang kemudian menjadi Bf 108 Taifun (“Typhoon”). Pesawat transpor ringan empat penumpang ini dilombakan dalam international tourist aircraf competition. Rancangan Willy kali ini memang bisa disebut gagal karena tidak banyak dipesan. Tapi banyak orang mengagumi desain cantilever sayap rendah dan roda lipatnya yang impresif.  Dan, semua berubah. Ketika pada tahun yang sama terdengar kabar yang berhembus dari Reichsluftfahrtministerium (RLM Kementrian Udara). Isinya; Adolf Hitler akan segera membangun kesatuan udara Nazi Jerman ( Luftwave )! Dan ia menginginkan sebuah pemburu ringan yang dapat diandalkan sebagai kekuatan utama.

Saat Hitler benar-benar mengumandangkan pembentukan Luftwaffe 1 Maret 1935, perjanjian Versailes perlahan mulai luntur. Terlebih ketika ia berpidato lagi di hari keenambelas pada bulan yang sama: “Jerman harus dipersenjatai!” ungkapnya. Seketika industri militer pun tumbuh lagi, menggulingkan pengembangan pesawat sipil yang sudah mulai menemukan platform-nya. Bahkan dapat dikatakan kebangkitan Jerman dalam dalam menelorkan pesawat perang pada era ini adalah yang tercepat dan tersubur dibanding Negara – negara lain.Banyak perusahaan Penerbangan Jerman yang bermunculan, seperti Messershcmitt, Junkres, Arado, Heinkel, dan Focke – Wulf.

Ketika nominasi industri pesawat yang boleh ikut berkompetisi untuk membuat pesawat yang diinginkan Hitler akan diputuskan, hampir saja BFW tidak disertakan oleh kementerian udara. Seorang pejabat di kementerian, Erhard Milch, yang memendam sentimen pribadi kepada Willy menilai BFW tidak bakal becus membuat penempur. Tapi Herman Goering yang memegang jabatan tertinggi sebagai menteri udara mengirim surat khusus kepada Willy untuk segera menyiapkan rancangannya dan ikut berlomba. Hasilnya luar biasa. Musim gugur 1936, Bf 109 rancangan Willy dinyatakan menang menyisihkan Heinkel He 112, Arado Ar 80, dan Focke-Wulf dengan Fw 159. Dan Willy membuat Bf 109 dari desain pesawat Bf 108 yang kurang dilirik pembeli itu ( Internasional Tourist Aircraft Competitif ).

MESSERSCHMITT BF 109 E-7BNamun, belum lagi Bf 109 menghela nafas setelah masuk jajaran luftwaffe, Juli 1936 Spanyol dilanda perang saudara. Kubu AD sayap kanan ( Nasionalis Konservatif ) pimpinan Jenderal Francisco Franco Y Bahamonde melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Republik yang dianggap korup dan tidak efektif. Jerman menyokong Bahamonde yang sangat minim mesin perang udaranya untuk melumat pemburu Nieport – Delage NiD. 52 yang sudah ketinggalan zaman milik pemerintahan Republik. Namun tanpa diduga kubu sayap kiri Republik juga dilindungi Soviet. Terciptalah ajang pertempuran pesawat – pesawat tempur Jerman dengan pesawat – pesawat tempur Soviet, Polikarpov I-15 yang bersayap ganda, I-16 yang lebih setaraf dengan Bf 109 hingga pembom SB2.

Messershcmitt Bf 109 tipe awal V4 yang diturunkan Hitler, memang sedikit kedodoran menghadapi pilot-pilot Polikarpov. Tapi untunglah varian kedua Bf-109B-1 “Bertha” sudah rampung. Bertha ikut merangsek. Pertempuran jadi makin sengit. I-16 memang lawan paling seimbang bagi Messershcmitt Bf 109B. Dua-duanya punya keunggulan. Meski Bf 109 kalah dalam hal manuverabilitas dan kecepatan menanjak, Tapi I-16 tak berdaya ketika harus bertempur di atas ketinggian 3.000 meter. Kecepatan level flight dan kemampuan menukik Bf 109 jauh lebih hebat. Tidak salah bila Bf 109 mampu melumat Polikarpov dari atas atau membokongnya dari belakang secara tiba-tiba.

Hanya, pasukan Nazi Jerman pun bukan tanpa korban. Pilot Unteroffizier Guido Honess adalah tumbal pertama pilot Luftwaffe di medan perang. Tapi sebelum dijemput ajal, dalam operasi Brunnet ini Honess bersama Letnan Rolf Pingel berhasil menjatuhkan dua pesawat pembom SB-2 Soviet di kubu Republik. Mereka adalah pelukis udara pertama bagi pilot Luftwaffe. Honess menambahnya dengan menembak dua Aero A-101 serta tiga Polikarpov I-16 oleh Pingel, Feldwebel Adolf Buhl dan Feldwebel Petter Boddem. Pihak Republik memang mengklaim bahwa satu SB-2 bukan dijatuhkan “Bertha” melainkan oleh pesawat Fiat C.R.32 dari fasis Italia yang juga bergabung di kubu Nasionalis.

Dalam penyerangan kedua di The Battle of Ebro antara bulan Juli hingga Oktober 1938, Komandan Jagdgruppe ( grup tempur ) 3 Staffel 3.J / 88 Oberleutnant, Werner Molders mengangkat Pesawat tempur Bf 109 dalam pola serang baru dengan nama Vierfingerschwarm atau formasi empat jari. Konsep penggabungan dua rotte dengan dua elemen dasar dalam satu Staffel. Formasi yang bisa berubah secara mendadak menjadi berbagai penyerangan yang tak terduga musuh.

Tak salah bila Molder pribadi menjadi Ace di Condor Legion setelah meraih empat belas kemenangan. Dia pula lah yang menjadi pilot tempur pertama yang meraih angka 100 “kill”. Ibarat dahaga yang tak pernah luruh, Pesawat tempur Bf 109 terus terlibat dalam perambahan perang udara. Semua medan perang di belahan Eropa disapunya dengan ganas. Hitler makin menjadi-jadi. Invasi terus dilakukannya; ke Belgia, Polandia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda hingga invasi terakhir ke negara beruang merah ( Uni Soviet ) menjelang akhir PD II dalam operasi Barbarosa.

Saat pulang dari ajang laga The Battle of Ebro tahun 1938, versi “Emil” Me-109E mulai diproduksi. Melanjutkan pengembangan versi prototipe, “Bertha”, “Clara” dan “Dora”. Disinilah mulai terlihat perbedaan pemakaian prefiks Bf dan Me untuk Satu-kosong-Sembilan. Bahkan dalam beberapa dekade pada era tersebut para historian masih sempat beradu argumen tentang hal ini. Karena sejak versi “Emil” dan seterusnya penulisan Satu-Kosong-Sembilang kadang menggunakan prefiks Me atau Bf.

Entah karena “apa” pula, sejak tahun 1938 Willy memang lebih senang memberi kode Me untuk pesawat 109 rancangannya. Tapi yang jelas seiring waktu itu Willy memang memegang puncak pimpinan tertinggi di BFW dan kemudian hari mengakuisisinya menjadi Messerschmitt.

Dan bukan karena kebetulan bila versi “Emil” menjadi varian yang paling kesohor dari 33.000 Bf(Me) 109 yang berhasil diproduksi termasuk yang diproduksi di luar Jerman. Padahal setelah “Emil” masih banyak varian lain. mulai dari “Franz”, “Gustav”, “Toni” hingga “Zwilling” untuk Me-109Z. “Toni” adalah sebutan untuk versi angkatan laut Me-109T (Tragger kapal induk) yang dibuat dengan konfigurasi sayap lebih lebar dan dilengkapi arrester hook. Pemburu ini ditempatkan pada geladak Graf Zeppelin.

Kisah pesawat pemburu One-Oh-Nine memang tak cukup diceritakan dalam uraian singkat. Bagaimana pula ceritanya hingga ia bisa melahirkan Kanone (istilah untuk Ace di Jerman) terbesar sepanjang sejarah, Erich Hartmann yang mampu menggasak 352 lawan di udara dengan pemburu ini. Kemengangan pertamanya ketika ia menembak jatuh pemburu Soviet Il-2 Sthurmovik. Pemburu terbanyak yang pernah dibuat, melampaui angka 33.000 Bf 109 (lihat Angkasa No. 10, Juli 1992).

Namun yang jelas, ada satu pertanyaan yang hingga kini masih “tersisa” dan sering diperdebatkan sebagian orang perihal penempur “terhebat” pada era PD II. Demikian pula yang diuraikan Jon Guttman dalam Aviation History edisi Mei 1999. Performakah? Keunggulan atau rekor tempur? Jangan lupa bahwa di ajang perang terbesar lebih setengah abad silam itu banyak lahir penempur yang sering disebut orang dalam katagori “The Greatest”. Dialah North American P-51 Mustang, Mitsubishi A6M Zero, Hawker Hurricane, Supermarine Spitfire, Lockheed P-38 Lightning, Yakovlev Yak-3 dan Grumman F-6F Hellcat, Lavochkin La-5FN atau Lavochkin-Gorbunov-Gudkov LaGG-3. Komentar berikut bersifat mendukung saja. Satu dari sekian ribu apresiasi untuknya. “Messerschmitt One-Oh-Nine adalah The Killing Machine,” ujar Ace of Aces Finlandia, Eino Ilmari Juutilainen.109e33041hb

MESSERSCHMITT  BF  109  ONE – OH – NINE  DER  HITLER

Leave a comment »

HUJAN

Hujan merupakan satu bentuk presipitasi atau turunan cairan dari angkasa seperti salju, hujan es, embun dank abut. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi, sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering (sejenis presipitasi yang dikenali sebagai Virga). Hujan memainkan peranan penting dalam siklus Hydrologik yaitu kelembapan dari laut menguap bertukar menjadi awan, terkumpul menjadi awan lalu turun kembali ke bumi dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semua.
Bentuk air hujan sebenarnya kecil dan hampir bulat. Air hujan yang besar menjadi semakin leper, seperti roti Hamburger. Air hujan yang lebih besar berbentuk payung terjun. Air hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil. Diameter butiran hujan biasanya berukuran 0.08 – 6mm. Dan hujan memiliki kadar asam pH 6, bila hujan dibawah pH 5.6 dianggap hujan asam. Diameter lebih dari 0.5mm akan sampai ke permukaan bumi dan disebut hujan, ukuran butiran 0.2 – 0.5mm juga akan sampai ke permukaan bumi dan disebut gerimis (Drizlle) dan bila kurang dari 0.2mm maka akan menguap dalam perjalannya menuju ke bumi.
Jumlah hujan diukur dengan menggunakan penakar hujan dan satuannya millimeter. 1mm air hujan adalah tinggi lapisan air hujan yang jatuh dan ditampung oleh permukaan bumi dan tidak menguap atau meresap kedalam tanah. Andaikata suatu lapisan air tingginya 1mm jatuh pada tempat seluas 1m² mempunyai volume 1 liter atau 0.1 x 100 x 100cm = 1000cm³ = 10dm³ = 1 liter. Oleh karena itu lapisan air yang tebalnya 1mm dengan luas 1m² akan mempunyai volume sebanyak 1 liter.
Banyak orang menganggap bahwa bau yang dicium pada saat hujan sepertinya harum atau wangi baunya. Sumber dari bau tersebut adalah Petrichor, minyak yang diproduksi oleh tumbuhan yang kemudian diserap oleh bebatuan dan tanah dan kemudian dilepas ke udara pada saat hujan.
JENIS JENIS HUJAN
Berdasarkan terjadinya, hujan dibedakan menjadi :
1. Hujan Siklonal
Hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
2. Hujan Zenithal
Hujan yang sering terjadi didaerah sekitar Equator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut (Angin dari Asia atau Monsoon Asia) dengan Angin Pasat Tenggara (Angin dari Australia atau Monsoon Australia). Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan – gumpalan awan disekitar Equator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
3. Hujan Orografis
Hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horizontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan disekitar pegunungan.
4. Hujan Frontal
Hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang Front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Disekitar bidang Front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut Hujan Frontal.

5. Hujan Muson
Hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena Gerak semu Matahari antara Garis Balik Utara (GBU) dan Garis Balik Selatan(GBS). Di Indonesia secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi pada bulan Mei sampai Agustus.
Berdasarkan ukuran butiran Air Hujan, dibedakan menjadi :
a. Hujan Gerimis / Drizzle
Diameter butirannya kurang dari 0.5mm.
b. Hujan Salju
Terdiri dari Kristal – Kristal es yang suhunya berada dibawah 0⁰ Celcius.
c. Hujan Es Batu
Curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0⁰ Celcius.
d. Hujan deras / rain
Curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0⁰ Celcius dengan diameter ±7mm.

HUJAN BUATAN
Hujan buatan merupakan suatu usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses Fisika yang terjadi di dalam awan. Proses Fisika yang dapat diubah meliputi proses tumbukan dan penggabungan (Collision & Coalescense), proses pembentukan es (ice nucleation). Jadi Jadi sebenarnya hujan buatan tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada tetapi hanya memodifikasi yang sudah ada. Untuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya awan yang mempunyai kandungan yang cukup sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah. Bahan yang dipakai dalam hujan buatan dinamakan bahan semai.
Hujan buatan diterapkan dengan cara melakukan penyemaian awan (Cloud seeding) menggunakan bahan – bahan yang bersifata Hygroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Perlakuan ini disebut dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), karena pada dasarnya hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi.
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini berkumpul menjadi titik-titik air maka terbentuklah awan. Jika titik-titik air dalam awan semakin besar dan awan semakin berat, gravitasi akan menarik titik-titik air tersebut hingga turun sebagai hujan. Namun jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap sebelum jatuh ketanah dan hilanglah awan tersebut. Hujanpun tidak jadi turun. Inilah yang dihindari dalam pembuatan hujan buatan. Bahan penyemai hujan tidak memberi kesempatan bagi titik-titik air pada awan untuk menguap kembali. Ada sejenis Katalis yang ditambahkan agar awan lebih cepat mengumpul. Zat-zat inilah yang disebut Bahan Semai.
Bahan semai terdiri dari dua jenis yaitu bahan semai Hygroskopis. Bahan yang dapat menarik uap air dari lingkungan sekelilingnya. Bahan semai kedua adalah Bahan semai Glasiogenik. Bahan yang dapat menghasilkan es. Bahan semai Hygroskopis akan membentuk tetes-tetes air yang berperan dalam proses pembentukan butir-butir hujan didalam awan. Awan semakin cepat matang, volumenya akan menjadi lebih besar dan hujan yang dihasilkan akan semakin banyak. Bahan semai Galsiogenik ditebarkan di dalam Atmosfer pada ketinggian diatas Freezing level, dimana lapisan ini mengandung banyak uap air dengan suhu yang sangat dingin (Super Cooled Moisture). Uap air ini dapat membeku secara alami. Penambahan bahan semai Glasiogenik akan mempercepat jumlah air hujan yang turun ke permukaan bumi.
Dan dalam membuat hujan buatan, banyak faktor yang harus dipenuhi. Seperti jumlah awan yang sudah ada, arah angin biar jatuhnya hujan tepat pada lokasi yang sudah direncanakan, suhu udara dan lain sebagainya. Hujan buatan di Indonesia pada umumnya dilakukan dengan menebar NaCl (garam dapur) atau kombinasinya dengan senyawa organic (Urea) yang kemudian akan berperan sebagai inti kondensasi air.
Sejarah modifikasi cuaca didunia diawali pada tahun 1946 ketika Vincent Schaefer dan Irving Langmuir mendapatkan fenomena terbentuknya Kristal es dalam lemari pedingin, saat Schaever secara tidak sengaja melihat hujan yang berasal dari nafasnya sewaktu membuka lemari es tersebut. Kemudian pada tahun 1947, Bernard Vonnegut mendapatkan terjadinya deposit es pada Kristal perak iodide (Agl) yang bertindak sebagai inti es. Vonnnegut tanpa sengaja suatu hari melihat titik air di udara ketika sebuah pesawat terbang dalam rangka reklame Pepsi Cola, membuat tulisan asap nama minuman itu. Kedua penemuan penting tersebut merupakan tonggak dari perkembangan modifikasi cuaca didunia untuk selanjutnya.

Leave a comment »

Leave a comment »

CERITA FRITZ CHRISTEN MENDAPAT KNIGHT CROSSNYA

Fritz Christen adalah anggota unit antitank dari Waffen SS – Totenkopf Division. Di daerah Lushno, Uni Soviet dia sendirian di belakang kanon antitank PaK 38 (Panzerabwehrkanone 38). Kanon-kanon anti-tank yang lain sudah pada hancur dan orang-orangnya sudah pada mati. Di depannya pasukan Russia lagi menyerbu ke arah dia dengan tank, infantri dan hujan artileri disekitarnya. Dengan inisiatif dan keberanian yang sangat tinggi, Fritz Christen menghancurkan satu persatu tank Russia sampai 6 buah tank hangus terbakar, dan pasukan Russia pun memilih mundur dari pertempuran.

Terisolasi dari rekan-rekan dan unitnya sendiri, malam harinya, Fritz Christen mengumpulkan sisa -sisa amunisi yang masih bias dipakai dari kanon – kanon antitank yang hancur disekitarnya. Ketika pagi harinya pasukan Uni Soviet mencoba menyerang kembali daerahnya Fritz, dia kembali berhasil menghalau pasukan Uni Soviet dan menghancurkan sejumlah kendaraan tempur dan tank sehingga dalam waktu 24 jam dia telah menghancurkan total 13 buah tank dari berbagai jenis ( suatu rekor tersendiri bagi kesatuannya – Waffen SS Totenkopf, dan tidak disadarinya – karena terpaksa ).

Pada tanggal 27 September 1941 pasukan Uni Soviet akhirnya dipukul mundur dari daerah Lushno. Fritz akhirnya ditemukan masih meringkuk dibelakang meriam Pak 38-nya oleh rekan-rekan dan komandannya yang takjub melihat dirinya. Selama 3 hari ia telah menghancurkan belasan kendaraan tempur dan tank Russia, dan membunuh sekitar 100 orang tentara Uni Soviet.

Dia langsung dianugerahi penghargaan Iron Cross First Class langsung oleh komandan Divisi SS Totenkopf Jendral Theodor Eicke yang terkenal itu, dan pada tanggal 20 Oktober 1941 dianugerahi Knight Cross atas keberaniannya yang luar biasa pada peristiwa di Lushno, Uni Soviet tersebut.
Fritz Christen menjadi orang pertama dan termuda (20th) yang mendapatkan penghargaan medali Knight Cross dari kesatuan Waffen – SS. Apa yang dilakukannya dapat dikatakan didasarkan atas campuran antara latihan yang sangat keras dan ketahanan mental sangat tinggi yang diterapkan pada unit – unit Waffen – SS dan pengetahuannya bahwa pihak Uni Soviet tidak akan membiarkan hidup-hidup anggota Waffen SS – Totenkopf Division yang ditangkapnya.37 mm Pak150mm Field Howitzer

Leave a comment »

TENTARA NAZI JERMAN DI INDONESIA (1940 – 1945)

Berkecamuknya Perang Dunia ke II di wilayah Asia Pasifik, khususnya yang terjadi di Indonesia, diwarnai dengan kehadiran pasukan Nazi Jerman. Aksi mereka dilakukan usai menyerahnya Belanda kepada jepang di kalijati, Subang, 8 Maret 1942. Kehadiran pasukan Jerman secara umum melalui aksi sejumlah kapal selam (U-boat) di Samudera Hindia, Laut Jawa, selat Sunda, Selat malaka pada kurunb waktu tahun 1943 – 1945. Sebanyak 23 U-Boat mondar – mandir di perairan Indonesia, Malaysia dan Australia dengan pangkalan bersama Jepang di Jakarta, Sabang dan Penang yang diberangkatkan dari daerah pendudukan di Brest dan Bordeaux (Prancis) Januari – Juni 1943.

Beroprasinya sejumlah U-Boat di kawasan Timur Jauh merupakan perintah Fuehrer Adolf hitler kepada Panglima Laut Jerman (Kriegsmarine) Admiral Karl Doenitz. Tujuannya membu7ka blockade lawan juga membawa mesin Presisi, mwesin pesawat terbang serta berbagai peralatan industry lainnya yang dibutuhkan oleh rekan sejawatnya, Jepang yang sedang menduduki Indonesia dan Malaysia. Sepulangnya dari sana, berbagai kapal selam itu bertugas mengawal kapal yang membawa hasil perkebunan berupa karet alam, kina, serat – seratan, dll. Untuk keperluan industry perang Jerman di Eropa.

Pada  awalnya kapal selam Jerman yang ditugaskan ke Samudra Hindia dengan tujuan awal ke Penag berjumlah 15 buah terdiri dari U-177, U-196, U-859, U-860, U-861, U-863 dan U-871 (semuanya dari type IXD2), U-510, U-537, U-843 (Type IXC), U-1059 dan U-1062 (Type VIIF). Jumlahnya kemudian bertambah dengan kehadiran U-862 (Type IXD2) yang pindah pangkalan ke Jakarta. Ini disusul U-195 (Type IXD I) dan U-219 (Type XB) yang mulai menggunakan Jakarta sebagai pangkalan pada Januari 1945. Sejak itu berduyun – duyun kapal selam Jerman yang lainnya yang masih berpangkalan di Penang dan Sabang ikut pindah pangkalan ke Jakarta, sehingga Jepang kemudian memindahkan kapal selamnya ke Surabaya.

Adalah U-862 yang dikomandani Heinrich Timnn yang tercatat paling sukses beraksi di wilayah Indonesia. Berangkat dari Jakarta dan kemudian selamat pulang ke tempat asal, untuk menenggelamkan kapal sekutu di Samudera Hindia, Laut Jawa sampai Pantai Australia.Nasib sial nyaris dialami Heinrich saat bertugas di permukaan laut wilayah Samudera Hindia. Gara – gara melakukan maneuver yang salah, kapal selam itu nyaris mengalami ‘senjata makan tuan’ dari sebuah torpedo jenis homming akustik T5/G7 Zaunkving yang diluncurkannya. Untungnya, U-862 buru – buru menyelam secara darurat, sehingga torpedo itu kemudian meleset.

Usai Jerman menyerah kepada pasukan Sekutu, tanggal 6 Mei 1945 U-862 pindah pangkalan dari Jakarta ke Singapura. Pada Juli 1945, U-862 dihibahkan kepada AL Jepang dan berganti kode menjadi I-502. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu, Agustus 1945. Riwayat U-862 berakhir pada 13 Februari 1946 karena dihancurkan pasukan Sekutu di Singapura. Para awak U-862 sendiri semuanya selamat dan kembali ke tanah air mereka beberapa tahun usai perang.

DILINDUNGI PRIBUMI

Usai Jerman menyerah kepada Sekutu di Eropa pada tanggal 8 Mei 1945, berbagai kapal selam yang masih berfungsi dihibahkan kepada AL Jepang untuk kemudian dipergunakan lagi, sampai akhirnya takluk pada 15 Agustus 1945 usai dibom Atom oleh Amerika Serikat.Setelah peristiwa itu, sejumlah tentara Jerman yang ada di Indonesia menjadi luntang – lantung tidak mempunyai pekerjaan. Orang – orang Jerman mengambil inisiatif agar dapat dikenali oleh Pejuang Indonesia dan tidak keliru disangka orang belanda. Caranya mereka membuat tanda atribut yang diambil dari seragamnya dengan menggunakan lambing Elang Negara Jerman pada bagian lengan baju mereka.

Para tentara jerman yang tadinya berpangkalan di Jakarta dan Surabaya, pindah bermukim ke Perkebunan Cikopo, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Mereka semua kemudian menanggalkan seragam mereka dan hidup sebagai ‘warga sipil’ disana. Pada awal Bulan September 1945 sebuah resimen Ghurka Inggris dibawah komandan perwira asal Scotlandia dating ke P.Jawa dan mereka kaget menemukan tentara Jerman di Perkebunan Cikopo. Sekutu kemudian memerintahkan Burghagen (komandan – Mayor Angkatan Laut Jerman) untuk pindah ketempat penampungan di Bogor.

Dengan menggunakan 50 truk eks tentara Jepang, orang – orang Jerman di Perkebunan Cikopo itu dipindahkan ke tempat penampungan di Bogor. Namun mereka harus kembali mengenakan seragam mereka, memegang senjata yang disediakan pasukan Inggris, untuk melindungi tempat penampungan yang semula ditempati orang – orang Belanda. Tetapi ditempat penampungan banyak orang belanda yang mengeluh, karena mereka ‘dijaga’ oleh orang Jerman. Pada malam hari pertama menginap, langsung terjadi saling tembak namun tak ada korban. Karena orang – orang Indonesia mengira oprang – orang Jerman telah ditangkapi oleh Pasukan Sekutu dan mereka berusaha membebaskan orang – orang Jerman itu.

Setelah peristiwa itu, Inggris menyerahkan sekitar 260 tentara Jerman kepada pihak Belanda yang kemudian di tawan di Pulau Onrust. Tercatat pula, beberapa tentara jerman melarikan diri dari pulau Onrust dengan berenang menyebrang ke pulau lain. Diantaranya pilot pesawat AL jerman bernama Werner dan sahabatnya Lvsche dari U-219. Selama pelarian, mereka bergabung dengan pejuang Kemerdekaan Indonesia di P. Jawa bekerjasama melawan Belanda yang ingin menjajah kembali. Lvsche kemudian meninggal akibat kecelakan saat ,merakit pelontar api.

Leave a comment »

PERSIAPAN PERANG HINDIA BELANDA MENGHADAPI SERBUAN JEPANG

Hingga menjelang pecahnya perang dunia II, Angkatan Perang Kerajaan Belanda kurang memberikan perhatian kepada pembinaan dan pengembangan kekuatan kavaleri. Dalam urusan pertahanan internal saja, mereka masih mengandalkan satuan kavaleri berkuda dan kavaleri mekanis yang berintikanmobil lapis baja bersenjata senapan mesin. Sementara untuk wilayah jajahannya yang cukup luas di Asia Tenggara, para petinggi pemerintahan Hindia Belanda ini justru masih berpandangan ketinggalan zaman dengan mendewakan pasukan kavaleri berkuda peninggalan abad 19.

Dibenak mereka, toh selama ini yang dihadapi Cuma seberombolan pemberontak inlander yang bodoh, primitive dan gampang di adu domba. Cukup dengan menggelar pasukan berkuda, senapan mesin dan meriam medan, sekali babat habis perkara ! Tak sedikitpun terlintas bahwa kekuasaan yang telah digenggamnya selama ratusan tahun bakal sirna dalam sekejap oleh terjangan badai angkatan perang Kekaisaran jepang.

Diawal dekade 1940-an satu demi satu koloni Eropa di Asia Tenggara jatuh ke tangan Jepang dan ancaman penyerbuan ke Hindia Belanda telah membayang di pelupuk mata. Saat itu pemerintah Hindia Belanda di bawah Gubernur Jendral AWL Tjarda Van Starkenborg baru tergopoh – gopoh menyiapkan diri.Biar kondisi kas Negara tengah cekak, pemesanan aneka ragam senjata terpaksa dilakukan ke berbagai Negara antara lain Swedia, Inggris dan Australia. Segala daya upaya dikerahkan semata untuk memperkuat KNIL ( Koninklijke Nederlands Indische Leger ) biar siap adu otot dengan balatentara Jepang.

Celakanya, tak semua pesanan senjata itu tiba tepat waktu dan sesuai jumlah yang diminta. Tak sedikit kapal – kapal pengankut dikirim kedasar laut oleh kapal selam Jepang dan Jerman yang bergentayangan bak hantu di samudra luas. Belum lagi Negara produsen itu sendiri juga tengah kelimpungan menghadapi serbuan Jerman sehingga tentunya sebagian besar produksi senjatanya lebih dialokasikan untuk keperluan pertahanan dalam negrinya sendiri daripada dijual.

Pendek kata, persiapan militer Hindia Belanda menghadapi serbuan Jepang ibarat jauh panggang dari apinya. Segalanya masih berpatokan pada pertahanan Defensive Grondslagen ( 1927 ) yang mengasumsikan kekuatan aggressor yang bakal melabrak Nederlansche Indies paling banter  satu divisi saja.Selain itu Pasukan Belanda di Indonesia juga dibantu oleh Pasukan Sekutu ( dalam hal ini oleh tentara Inggris dan Australia ) karena perjanjian ABDACOM dalam rangka menghadapi serbuan balatentara Jepang. Termasuk Panser – panser beroda dari Australia juga disiagakan di Jawa Khususnya  ( Batavia ).

KEKUATAN LAPIS BAJA TENTARA BELANDA SEBELUM JEPANG MASUK

PANSER MARMON HERRINGTON

Panser Marmor Herrington dipakai oleh tentara Belanda / KNIL. Sebanyak 45 buah dan didistribusikan antaralain 2 di Bandung Utara, di Bandung ( 3 di Unit Mobille Eenheid, 10 di Hesusius Peleton, 5 di Punter Peleton, 17 di Ritman Kompi ), 3 di Caruban, 9 di cepu.

PANSER ALVIS STRAUSSLER

Panser Alvis Straussler dipakai oleh tentara Belanda / KNIL. Dibentuk 1 peleton 3 mobil dan terdapat 4 batalyon cavalery untuk panser Alvis tersebut.

TANK RINGAN MARMON HERRINGTON CTLS

Tank ringan Marmon Herrington CTLS tanpa senjata sebanyak 7 buah dikirim dari AS ke Jawa dan dimassukan ke dalam Satuan Kavaleri Mobille Eenheid.

TANK RINGAN MARMON HERRINGTON M/1941

Tank ringan Marmon Herrington M/1941 dipesan sebanyak 80 buah dan dikirim dengan kapal Selat Sunda tetapi berhasil ditenggelamkan oleh Jepang. Hanya 7 buah yang sempat operasional pada maret 1942. Dipersenjatai dengan senapan mesin kal. 12.7 mm dan 6mm. Berat 12.7 ton dan kecepatan 50 km/jam.

TANK RINGAN VICKERS UTILIY TRAKTOR

Tank ringan Vickers Utility Traktor digunakan untuk menarik senjata anti tank dan melatih awak/kru tank. Hindia Belanda memesan sebanyak 80 tank ini tapi Cuma dating 20 buah sedang yang 60 jatuh ketangan tentara Jerman. Datang pada pertengahan April 1940, ditempatkan di Jawa.

PANSER OVERVALWAGEN

Panser buatan dalam negri Hindia Belanda dengan casis dari Krupp. Dipakai oleh Stachswatchen Jakarta dan Bandung tahun 1941 dan dipersenjatai dengan senapan mesin anti Udara ( AA ).

PANSER MARMON HERRINGTON BUATAN AFRIKA SELATAN

Panser buatan Negara Afrika Selatan yang dipesan oleh Hindia Belanda dan dipakai untuk memepertahankan kota Yogyakarta dari serbuan Balatentara Jepang. Datang tanpa dipersenjatai dan dipersenjatai sendiri oleh KNIL.

TANK RINGAN VICKERS CARDEN LOYD M/1931

Tank ringan Vickers Carden Loyd M/1931 didatangkan tahun 1937, Cuma 2 buah.Satu tenggelam di Tanjung Priok tetapi berhasil diselamatkan, dan satunya dikirim ke Kalimantan tetapi berhasil dihancurkan oleh Jepang.

TANK RINGAN VICKERS CARDEN LOYD M/1934

Tank ringan Vickers Carden Loyd M/1931 didatangkan tahun 1937, Cuma 2 buah dan dikirim ke Kalimantan.Berkecepatan 65 km/jam, berat 3.4 ton.Dipersenjatai dengansenapan mesin kal.8mm, 7mm, 6mm dan 4mm.

TANK RINGAN VICKERS CARDEN LOYD M/1934

Tank ringan Vickers Carden Loyd M/1934 didatangkan tahun 1937, Cuma 2 buah dan ditempatkan di lapangan terbang Andir, Malang .Berkecepatan 65 km/jam, berat 3.4 ton.Dipersenjatai dengansenapan mesin kal. 7.7mm.

TANK RINGAN VICKERS CARDEN LOYD M/1934

Tank ringan Vickers Carden Loyd M/1934 didatangkan tahun 1939 – 1940, dipesan 20 buah tetapi yang dating hanya 17 buah, karena Belanda keburu di,kuasai oleh jerman tahun 1940. Dan ditempatkan di Bandung .Berkecepatan 65 km/jam, berat 3.4 ton.Dipersenjatai dengansenapan mesin kal. 6mm Vickers MG M/1923.

KEKUATAN PASUKAN LAPIS BAJA BANTUAN AUSTRALIA

PANSER HUMBER MK.II

Panser Humber MK.II dipakai oleh Australia ( Blackforce brigade / Brig Blackbrun VC ) dan ditempatkan di kota Bogor.

TANK JEPANG

Tatkala balatentara Jepang menjejakkan kakinya di Nusantara, kekuatan Kavaleri KNIL tak lebih dari sekedar beberapa puluh unit kendaraan lapis baja beroda dan belasan tank ringan plus belasan pucuk meriam antitank caliber 75 mm yang dioperasikan para personil yang kurang terlatih. Sementara sang aggressor mengerahkan puluhan tank dari berbagai jenis.Mulai dari tank ringan jenis 92 dan 95 Kyu Go ( berbobot 10 ton ) hingga tank sedang semisal jenis 1 Chi He ( berbobot 12 ton ) dan 97 Shin Hoto Chi ha ( berbobot 14 ton ). Tank Jepang pada umumnya lincah di hutan belantara Asia Tenggara dan dipersenjatai meriam caliber 37 mm. Sementara tank sedang dengan meriam caliber 57 mm.

Sebagai senjata coaxial dipilhnya senapan mesin caliber 6,5 atau 7,7 mm. Diatas kertas saja tampak jelas kekuatan keduanya tidak imbang. Karena kurangnya persiapan, terbukti dalam tempo tak sampai 3 bulan, pemerintah Hindia Belanda kudu bertekuk lutut di depan para satria samurai lapis baja.Banyak persenjataan tentara Belanda / KNIL yang berhasil direbut oleh tentara Jepang dan dipakai oleh Jepang untuk melawan tentara Belanda itu sendiri ( senjata makan tuan ).

KEKUATAN PASUKAN LAPIS BAJA TENTARA JEPANG DI INDONESIA

PANSER WHITE SCOUT CAR M31A

Panser bantuan dari Negara Amerika Serikat yang dikirim untuk membantu tentara Belanda/KNIL, banyak direbut dari tangan Belanda dan dipakai oleh kesatuan PETA & HEIHO.

PANSER HUMBER MK.II

Panser  Humber mk.II  buatan Vickers yang dipakai oleh tentara Australia dan banyak direbut oleh tentara Jepang di kota Bogor dan dipakai untuk menyerang tentara Belanda di kota Bandung.

PANSER MARMON HERRINGTON MK.III

Panser Marmon Herrington Mk.III yang dikirim dari Negara Afrika Selatan banyak 49 buah.Berat 6 ton, kecepatan 90 km/jam.Beberapa berhasil direbut dari tangan KNIL, terbanyak di Bandung dan dipakai oleh satuan kavaleri tentara Jepang ( Kido Butai ).

TANK RINGAN TYPE 94 ( TANKETTE )

Tank Type 94 Tankette milik tentara Jepang ( dalam kesatuan 48th Recon Regiment ) di Lendeteves, Surabaya, Jawa Timur, dioperasikan bersama Tank Marmon Herrington M/1941 dan kesatuan ini lebih dikenal dengan Kitahama Butai.

TANK RINGAN TYPE 95 HA-GO

Tank Type 95 Ha-go milik tentara Jepang dibawah pimpinan Kol. Shoji dalam kesatuan Detasemen Shoji  ( dalam kesatuan Anai Tankette Unit ).

TANK RINGAN TYPE 95 SO-KI

Tank Type 95 So-Ki milik tentara Jepang ( dalam kesatuan 2th Recon Regiment ) di Tjililitan, Jakarta dan dipakai untuk merintangi usaha Jepang terhadap Indonesia yang akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta tanggal 17 Agustus 1945.

TANKETTE ( TANK TYPE 88 )

Tank Type 88 Tankette milik tentara Jepang dalam Kesatuan 4nd Regiment Tankette Unit yang ditempatkan di jawa.

TANK MEDIUM TYPE 89 I-GO

Tank Type 89 I-Go merupakan Tank Medium milik tentara Jepang dalam Kesatuan 3nd Regiment Tank yang ditempatkan di Jawa.

TANK MEDIUM TYPE 97 HO-KA AWM

Tank Type 97 Ho-Ka AWM merupakan tank Medium ampibi milik tentara Laut Jepang dalam kesatuan Sakaguchi Detasemen.

TANK TYPE 95 HA-GO

Tank Type 95 Ha-go milik tentara Jepang setelah pertempuran merebutkan Tarakan, Kalimantan. Ada 1 kompi Tank ringan ini yang dipakai oleh Jepang (masuk kesatuan Grup 56 Infanteri Tankette Unit) untuk mempertahankan pulau Tarakan dari serbuan pasukan Sekutu. Dan ada yang ditempatkan di Irian jaya masuk dalam Kesatuan 38th Division Tankette Unit.

TANK TYPE 100 TE-RE ( ARTILERY OBSERVER VEHICLES )

Tank Type 100 Te-Re milik Tentara Darat Jepang dalam kesatuan 2nd Recon Regiment yang ditempatkan di Jawa.

TANK AMPIBI TYPE 97 AWM

Tank Ampibi Type 97 AWM yang tergabung dalam kesatuan Special Naval Landing Force milik tentara Laut Jepang yang ditempatkan di Jawa.

Comments (1) »